Selasa, 09 Juni 2009

19 Film Indonesia Diputar di Perancis

Meski belum diputar di Indonesia, film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) akan tampil di Festival Film Cannnes 2009. Film yang disutradarai oleh Chaerul Umam ini baru akan dirilis di Indonesia pada 11 Juni mendatang.
"Ini sebuah apresiasi yang luar biasa buat film KCB," kata Abdul Aziz, humas Sinemart Indonesia, rumah produksi yang memproduseri KCB. KCB merupakan satu dari 19 film Indonesia yang lolos seleksi untuk dipromosikan di Festival Film Cannes 2009 yang akan berlangsung 13-23 Mei. Film ini merupakan film adaptasi dari novel milik Habiburrahman El Shirazy. Film ini disebut-sebut sebagai film termahal di Indonesia dengan biaya hampir Rp20 miliar. Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menyambut positif keterlibatan film Indonesia pada Festival Film Cannes. Wacik menjelaskan keterlibatan film Indonesia ke Cannes ini sebenarnya bukanlah hal baru. Setidaknya telah lebih dari 20 tahun beberapa sineas Indonesia sudah pernah berpromosi di festival ini. "Namun keikutsertaan tersebut masih bersifat parsial dan sporadis. Artinya produser film kita masih berangkat sendiri-sendiri. Tapi sekarang semuanya lebih terkoordinasi," kata Wacik. Sementara itu Firman Bintang, Sekjen Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) yang juga menjadi anggota tim seleksi film ke Cannes menjelaskan film-film yang dibawa ke Cannes ini merupakan hasil seleksi. Dia mengatakan sebelumnya pihak PPFI telah mengirimkan formulir keikutsertaan ini kepada semua produser film Indonesia. Film-film Indonesia tersebut, kata Firman, hadir pada forum market film. Pesertanya berasal dari seluruh dunia. "Ini menjadi salah satu cara buat para produser menjual filmnya ke luar negeri," kata Firman. 19 film Indonesia yang dibawa ke Cannes diantaranya Ayat Ayat Cinta, Generasi Biru, Bukan Cinta Biasa, Eiffel; i'm in love, serta Jamila dan Sang Presiden. Ada pula beberapa film horor yang juga disertakan ke Cannes, di antaranya film Mati Suri, Pocong, dan sebagainya. Menurut Firman, film-film horor seperti itu sangat disukai publik internasional.

dGrab dari : www.rileks.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar